Categories

Blogroll

Meta

Archives


« Antara Gutenberg dan Pi Sheng | Main | Penghematan/Efisiensi Laboratorium Komputer dan Bahasa di Sekolah dengan NComputing »

Akankah WWW Menggusur Buku

By sabrul.jamil | May 27, 2008

tokobuku04.jpgJika hampir seluruh kawasan sudah memiliki akses internet dengan kecepatan tinggi, apakah orang-orang akan meninggalkan buku? Kita tahu bahwa pengguna internet terus dan akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Seperti dilansir oleh detikinet:Biro penelitian internet, eMarketer, melaporkan bahwa di tahun 2007 yang lalu, 1,15 miliar penduduk dunia atau 17,5 persen dari keseluruhan populasi, merupakan pemakai internet. Diprediksi, jumlah itu akan naik signifikan. Pada tahun 2012, sebanyak 1,7 miliar penduduk dunia atau 24,5 persen dari keseluruhan populasi, akan menyambangi internet setidaknya sekali dalam sebulan.

Di kawasan Asia Pasifik di mana Indonesia termasuk di dalamnya, jumlah pengakses internet akan menembus jumlah setengah miliar atau 500 juta orang pada tahun 2008 ini. China menempati posisi tertinggi untuk soal akses internet di wilayah Asia ini, dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 200 juta jiwa.

Menurut APJII, peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia tampak dalam tabel berikut: Tahun Pelanggan Pemakai

1998 134.000 512.000

1999 256.000 1.000.000

2000 400.000 1.900.000

2001 581.000 4.200.000

2002 667.002 4.500.000

2003 865.706 8.080.534

2004 1.087.428 11.226.143

2005 1.500.000 16.000.000

2006 1.700.000 20.000.000

2007 2.000.000 25.000.000

Di sisi lain, kecepatan pengaksesan internet pun semakin tinggi. Era koneksi lemot akan semakin tertinggal. Dengan demikian, pengguna internet akan semakin merasa nyaman. Tak perlu lama-lama membuka satu halaman web atau mendownload suatu dokumen. Apalagi jika ditambah dengan edukasi penggunaan internet yang semakin merata, maka tentunya orang-orang akan semakin intens menggunakan internet sebagai media untuk mencari informasi. Apalagi saat ini kita bisa mendapatkan banyak sekali judul buku dalam format ebook. Tinggal klak klik dan ketak-ketik, search engine terkenal seperti Google akan menumpahkan daftar link rujukan untuk mendownload berbagai ebook. Dengan demikian, akankah era membaca buku akan segera berakhir? Tentu tidak ada yang bisa memastikan. Namun setidaknya, kita bisa menggunakan beberapa indikasi untuk melakukan perkiraan.

Meski secara esensi terdapat banyak kesamaan antara buku dan media internet, yaitu menyajikan data, informasi, cerita, gambar, ilustrasi dan lain sebagainya, namun secara media terdapat perbedaan yang tidak bisa diabaikan.

Sebagai media, buku memiliki kelebihan dalam hal portabilitas. Meski sekarang sudah banyak laptop berukuran kecil, namun tetap saja kita lebih nikmat membaca buku sambil tiduran ketimbang membaca ebook di laptop sambil tiduran. Buku pun lebih nyaman dibaca di Angkot dan Bus ketimbang membaca laptop, di samping lebih aman.

Mungkin itulah sebabnya, meski internet semakin menyebar, industri buku di Indonesia tetap bergairah. Seperti diungkapkan oleh Matabaca vol.5/no.7/Maret 2007, yang saya kutip dari niappa.wordpress.com, Windi Ariestanty, redaktur pelaksana Penerbit Gagas Media, menyatakan bahwasanya dunia penerbitan buku sangat menjanjikan karena kecenderungan industri buku yang terus berkembang. Ungkapan serupa juga dilontarkan Prayudi dari Penerbit Zahra dan Dastan, yang menghasilkan buku baru rata-rata 7-8 judul per bulan.

Ramainya pengunjung pada acara-acara pameran buku mungkin dapat juga dijadikan indikasi bahwa dunia penerbitan buku masih akan tetap eksis. Fakta lainnya, penjualan buku justru malah diuntungkan dengan adanya metode penjualan secara online, seperti yang dilakukan oleh amazon.com. Apalagi dengan ditemukannya teknologi digital printing yang memungkinkan penerbit untuk mencetak sesuai permintaan (Print on Demand). Dengan teknologi ini, penerbit tidak perlu lagi mencetak dengan jumlah minimum order 3.000 eksemplar yang selama ini dikenal dengan istilah kutukan 3.000 eksemplar. Jadi, teknologi digital dan online sebenarnya justru menunjang dunia penerbitan buku.

Jadi, buat Anda pecinta buku, apalagi buku-buku novel yang tebal-tebal, tidak perlu khawatir bahwa kebiasaan Anda membaca sambil berleha-leha akan tergerus dan tergantikan dengan keharusan membaca di depan layar monitor.

Topics: Buku, Mesin Cetak, Pencarian Informasi |

Comments

You must be logged in to post a comment.