Categories

Blogroll

Meta

Archives


« Kertas dan Mesin Cetak | Main | Akankah WWW Menggusur Buku »

Antara Gutenberg dan Pi Sheng

By sabrul.jamil | May 24, 2008

pisheng.jpgNama Gutenberg mungkin tidak asing lagi bagi sebagian besar kita. Kita tahu Gutenberg adalah penemu mesin cetak pertama, pada tahun 1452. Bahkan kita mungkin juga tahu tentang proyek Gutenberg (lihat www.gutenberg.net) yaitu proyek pengumpulan buku elektronik bebas.

Lalu, apa hubungannya dengan Pi Sheng?

Mungkin banyak di antara kita yang belum pernah mendengar nama ini. Jangan-jangan malah ada yang menyangka ini adalah nama pemain kungfu. Pi Sheng, orang China, menciptakan alat cetak yang bisa dipindah-pindahkan huruf-hurufnya, dengan memakai lempengan tanah liat bakar.

Huruf-huruf cetak aslinya terbuat dari semacam tanah yang tidak bisa tahan lama. Sementara itu beberapa orang Cina dan Korea sudah melakukan serentetan penyempurnaan dan berhasil baik sebelum Gutenberg. Orang-orang Korea menggunakan huruf cetak metal, dan pemerintah Korea membantu sebuah pabrik peleburan untuk memproduksi huruf cetak di awal abad ke-15 M.

Namun, Michael Hart dalam bukunya Seratus Tokoh Paling Berpengaruh, berpendapatan bahwa keliru juga jika menganggap Pi Sheng seorang yang punya pengaruh spesial. Eropa tidaklah belajar huruf cetak bergerak dari Cina melainkan atas kreasinya sendiri. Kedua, mencetak dengan cara huruf cetak bergerak belum pernah digunakan secara umum di Cina sendiri sampai baru-baru ini saja tatkala prosedur percetakan modern mereka pelajari dari Barat.

Ada empat komponen esensial cara percetakan modern. Pertama, huruf cetak yang bergerak, berikut beberapa prosedur penyetelan dan peletakan huruf-huruf yang mapan. Kedua, mesin cetak itu sendiri. Ketiga, tinta yang serasi untuk menghasilkan cetakan. Keempat, bahan semisal kertas untuk mencetaknya. Kertas telah diketemukan di Cina bertahun sebelum mesin cetak oleh Ts’ai Lun dan penggunaannya telah tersebar luas di Eropa sebelum jaman Gutenberg. Itulah unsur satu-satunya dari proses cetak Gutenberg yang sudah siap jadi. Meskipun orang lain pernah melakukan macam-macam pekerjaan terhadap tiap-tiap komponen itu, namun Gutenberg telah berhasil melakukan macam-macam penyempurnaan. Misalnya, dia mengembangkan metal logam campuran untuk huruf cetak; menuangkan cairan logam untuk huruf cetak blok secara tepat dan teliti; minyak tinta cetak serta alat penekan yang diperlukan untuk mencetak.

Masih menurut buku yang sama, sumbangan pikiran Gutenberg secara keseluruhan lebih besar dari siapa pun juga dalam hal penyempurnaan mesin cetak. Arti pentingnya terutama terletak pada keberhasilannya menggabungkan semua unsur mesin cetak menjadi suatu sistem yang efektif dan produktif. Karena itu mesin cetak, berbeda dengan penemuan-penemuan lain sebelumnya, merupakan proses produksi besar-besaran yang utama. Sepucuk bedil dengan sendirinya jauh lebih efektif ketimbang sebuah busur dan anak panah. Sebuah buku hasil cetakan tak banyak beda dengan sebuah buku hasil tulisan tangan. Kelebihan mesin cetak dengan demikian terletak pada segi produksi besar-besarannya. Apa yang telah dikembangkan oleh Gutenberg bukanlah sebesar sebuah alat atau penemuan akal, dan bukan sekadar serentetan penyempurnaan, melainkan suatu proses produksi lengkap.

Tapi, jika seandainya orang China beranggapan bahwa Pi Sheng lah penemu mesin cetak yang pertama, tentu Michael H Hart tidak bisa melarang kan?

(sumber: Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978)

Topics: Buku, Mesin Cetak, informasi |

Comments

You must be logged in to post a comment.